Skip to main navigation Skip to search Skip to main content

Tubuh Bukan Tren: Kritik atas Euforia Olahraga Urban

Press/Media

Description

Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan geliat luar biasa dalam kultur berolahraga di Indonesia. Aktivitas fisik kini menjelma menjadi bagian dari gaya hidup urban, bahkan penanda dari identitas sosial. Mulai dari lari pagi, bersepeda, menjadi member gym, hingga olahraga yang lebih “eksklusif” seperti padel dan hyrox. Semua hadir sebagai simbol dari gaya hidup sehat yang modern dan progresif.

Tetapi di tengah euforia ini, jika kita lihat lebih dalam, muncul kecenderungan yang layak kita refleksikan bersama. Tidak sedikit dari masyarakat kita yang memulai hobi berolahraga karena kebutuhan tubuhnya, melainkan hanya karena dorongan tren semata. Fenomena fear of missing out (FOMO), membuat olahraga bergeser dari praktik kesehatan menjadi praktik sosial. Olahraga dilakukan sekedar agar tidak tertinggal dari yang lain.

 

Klik untuk melanjutkan membaca opini ini:

https://www.kompas.com/sports/read/2026/04/03/15171168/tubuh-bukan-tren-kritik-atas-euforia-olahraga-urban

Period3 Apr 2026

Media contributions

1

Media contributions

  • TitleTubuh Bukan Tren: Kritik atas Euforia Olahraga Urban
    Degree of recognitionNational
    Media name/outletKompas
    Media typeWeb
    Country/TerritoryIndonesia
    Date3/04/26
    Producer/AuthorRizky Sugianto Putri
    PersonsRizky Sugianto Putri

Keywords

  • Tren Olahraga
  • Tipologi Tubuh
  • Antropologi Olahraga