Description

Pioner Portal Berita di Indonesia. Enak Dibaca dan Perlu.

Situs berita digital yang berdiri sejak 1995, meliput peristiwa dan menuliskannya secara tajam, cerdas dan berimbang.

Period24 Nov 2023

Media coverage

3

Media coverage

  • TitleDosen HI Unair Setuju Boikot Terhadap Israel, Tapi Ingatkan Bagai Pisau Bermata Dua
    Media name/outletTempo.co
    Media typeWeb
    Country/TerritoryIndonesia
    Date24/11/23
    DescriptionTEMPO.CO, Jakarta - Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga atau Unair, Probo Darono Yakti menyebut bahwa ia setuju dengan upaya boikot yang ditujukan terhadap produk terafiliasi dengan Israel. Lebih lanjut, Probo menyebut bahwa dengan melakukan boikot maka akan menghentikan suplai dana terhadap perusahaan yang terafiliasi dengan Israel untuk berperan dorong hentikan peperangan di Gaza.

    Namun, Probo mengingatkan pula bahwa kebijakan boikot dapat dilihat sebagai “pisau bermata dua”, karena dengan adanya boikot maka sektor padat karya akan terdampak. Selain memberikan dampak terhadap sektor padat karya, kebijakan boikot juga akan memberikan kekhawatiran terhadap perusahaan yang nantinya akan merumahkan pekerjanya karena mengalami kerugian akibat kebijakan boikot.

    Berikut Isi Perjanjian Gencatan Senjata antara Israel dan Hamas

    “Terus terang, dalam sebagian besar hal, saya setuju dengan boikot yang nantinya akan menghentikan suplai dana terhadap perusahaan-perusahaan Israel agar berhenti berperang. Namun, kebijakan itu seperti pisau bermata dua, dengan adanya kebijakan tersebut sektor padat karya akan terdampak. Perusahaan yang mengalami kerugian akan dengan terpaksa merumahkan pekerjanya,” ujar Probo kepada Tempo.co melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 23 November 2023.

    Lebih lanjut, Probo menyebut bahwa seharusnya yang melakukan seruan untuk boikot perusahaan Israel adalah negara-negara maju yang menjadi pendukung Israel, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa. Selain itu, LSM dan NGO di Indonesia juga dapat melakukan aksi tekanan melalui Transnational Advocacy Network atau TAN, agar jejaringnya di luar dapat melakukan tekanan melalui koridor legislatif dan eksekutif.

    “LSM atau NGO di Indonesia itu kan punya TAN atau Transnational Advocacy Network, yang memungkinkan mereka melakukan tekanan agar jejaringnya di luar negeri dapat menyuarakan seruan tekanan tersebut melalui koridor legislatif maupun eksekutif,” ujar Probo.

    Seruan Boikot dari MUI

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Dalam fatwa yang ditetapkan pada Rabu, 8 November 2023 tersebut, MUI menegaskan bahwa mendukung agresi Israel ke Palestina hukumnya haram.

    Selain itu, dalam pertimbangannya, MUI juga mencatat bahwa tindakan agresi yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina mendapatkan dukungan dari pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu bentuk bantuan yang disebutkan, yakni bantuan secara finansial yang berasal dari perusahaan terafiliasi dengan Israel dan Zionisme, hingga pembelian produk dari perusahaan tersebut yang secara nyata merupakan bentuk dukungan terhadap Israel.

    Respons Gus Yahya

    Namun demikian, Ketua Umum PBNU Gus Yahya atau Yahya Cholil Staquf menyebut bahwa gerakan boikot produk Israel merupakan gerakan yang penting, tetapi tidak cukup dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina. Meskipun menganggap bahwa gerakan tersebut tidaklah cukup, tetapi Gus Yahya menyebut bahwa gerakan tersebut perlu dilakukan cukup strategis.

    “Boikot ini memang penting untuk mendapatkan perhatian politik, tetapi harus dipikirkan. Yang masuk akal, yang mungkin, bukan cuma sekadar harapan tetapi betul-betul sesuatu yang bisa ditempuh untuk sampai kepada jalan keluar,” ujar Gus Yahya saat konferensi pers pada Selasa, 21 November 2023 lalu di Jakarta Pusat.
    Producer/AuthorReno Eza Mahendra
    PersonsProbo Darono Yakti
  • TitleGencatan Senjata Tak Jamin Israel Hentikan Serangan, Dosen Unair: Kerahkan Pasukan Perdamaian PBB
    Degree of recognitionNational
    Media name/outletTempo.co
    Media typeWeb
    Country/TerritoryIndonesia
    Date24/11/23
    DescriptionTEMPO.CO, Jakarta - Setelah melakukan serangan brutal selama 7 pekan, Israel melakukan gencatan senjata dengan Hamas. Namun, menurut Probo Darono Yakti, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, tak ada jaminan serangan akan dihentikan setelah gencatan senjata. "Bisa saja Netanyahu masih bersikukuh untuk melanjutkan upayanya dengan mendorong eskalasi yang lebih besar di Gaza setelah gencaran senjata," kata Probo kepada Tempo, Jumat, 24 November 2023.

    Probo menuturkan, setelah gencatan senjata berakhir, idealnya dunia mendorong Israel tidak melanjutkan pembantaian dan pelanggaran hukum internasional. "Sudah semestinya dilakukan konsensus secara masif dari negara-negara di PBB untuk mendesak Dewan Keamanan menerjunkan Peacekeeping Force atau pasukan perdamaian PBB di Gaza," kata Probo.

    Seperti diketahui, ujar Probo, pasukan perdamaian PBB kerap diterjunkan untuk mencegah meluasnya konflik. “Pasukan tersebut nantinya yang menjadi penengah antara Israel dan Hamas melalui konsep Responsibility to Protect atau R2P,” ujar Probo.

    Rumah Sakit Indonesia Harus Diselamatkan

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengutuk tindakan Israel yang melakukan serangan habis-habisan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Lebih lanjut, menurut Sudarnoto Abdul Hakim selaku Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI menyebut bahwa serangan Israel tidak bisa diterima dengan alasan apapun.

    "Ini perbuatan yang sangat terkutuk," kata Sudarnoto dalam catatan yang diterima di Jakarta, Selasa, 21 November 2023.

    Lebih lanjut, Sudarnoto menilai bahwa Israel tidak punya hati nurani sehingga secara membabi buta membunuh siapa saja, bahkan orang-orang dan tempat yang seharusnya dilindungi. Sudarnoto pun menyerukan untuk seluruh negara terus bergerak bersama melakukan upaya bersifat diplomatis dan upaya lainnya yang bersifat terukur serta efektif untuk menekan Israel dan negara pendukungnya.

    Terhitung sejak Senin pagi waktu setempat, 20 November 2023, tank Israel telah melakukan pengepungan sekaligus menembaki Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Akibat serangan tersebut, dilaporkan 700 orang terluka dan 12 orang meninggal, dengan korban meninggal termasuk dokter dan pasien.

    Salah satu korban terluka dalam serangan tersebut yakni dr Adnan Al Barsh yang merupakan Kepala Ortopedi Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Sebelumnya, dr Adnan Al Barsh merupakan dokter dari Rumah Sakit Al Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza sebelum Israel memaksa untuk menutup institusi tersebut pada pekan lalu.
    Producer/AuthorReno Eza Mahendra
    PersonsProbo Darono Yakti
  • TitleDosen Hubungan Internasional Unair: Indonesia Bisa Ajak Negara Peserta KAA untuk Tekan Israel
    Degree of recognitionNational
    Media name/outletTempo.co
    Media typeWeb
    Country/TerritoryIndonesia
    Date24/11/23
    DescriptionTEMPO.CO, Jakarta - Dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Probo Darono menanggapi pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel. Probo menyebut, Indonesia sebaiknya kembali menggunakan kekuatan diplomasi bersama negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk menekan negara zionis tersebut.

    "Indonesia harus secara aktif mendorong negara-negara bagian Selatan yang dulunya tergabung dalam Konferensi Asia Afrika 1955 untuk menekan PBB agar dapat menjatuhkan sanksi ke Israel,” ujar Probo, kepada Tempo, Kamis, 23 November 2023.

    Probo menuturkan, Indonesia punya sejarah diplomasi yang penting. Melalui KAA di Bandung pada tahun 1955, telah tercipta suatu kubu kekuatan dari Kerjasama Selatan Selatan (KSS), suatu skema kerja sama antara negara-negara berkembang yang telah terbebas dari kolonialisme.

    Dilansir dari asiaafricamuseum.org, terdapat 29 negara yang ikut dalam konferensi tersebut menghasilkan deklarasi yang dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung, suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.

    Menurut Probo, dalam merespon krisis yang terjadi di Gaza, pemerintah Indonesia telah melakukan upaya dengan mengadakan pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Biden yang berlangsung di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat pada beberapa waktu lalu.

    “Untuk sementara ini, kita baru masih bisa melihat upaya dari Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Biden di Gedung Putih, Washington DC pada beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, dalam video yang beredar, kan terlihat Pak Jokowi menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis yang terjadi di Gaza di hadapan Presiden Biden,” ujar Probo.

    Selain itu, dalam perhelatan APEC yang diselenggarakan di San Francisco, Amerika Serikat, Indonesia juga menunjukkan suatu gestur tegas dalam merespon krisis yang terjadi di Gaza.

    Namun demikian, menurut Probo, dua hal tersebut masih belum cukup, bahkan tidak boleh berhenti begitu saja, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri harus aktif untuk mendorong negara-negara bagian Selatan yang dulunya tergabung dalam Konferensi Asia Afrika. “Tapi dua hal yang sebutkan sebelumnya belum cukup,"kata Probo.

    Sebelumnya, Rumah Sakit Indonesia di Gaza dikepung dan ditembaki oleh tank Israel yang menyebabkan tewasnya 12 orang dan melukai sekitar 700 orang termasuk staf medis. Serangan yang dilakukan pada Senin pagi waktu setempat, 20 November 2023 tersebut turut menewaskan dokter dan pasien yang berada dalam rumah sakit tersebut.

    Lebih lanjut, dari beberapa korban yang terluka, terdapat kepala ortopedi Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yaitu dokter Adnan Al Barsh yang sebelumnya bekerja di Rumah Sakit Al Shifa. Selain menyebabkan korban yang jumlahnya tidak sedikit, media pemerintah Palestina khawatir bahwa akan terjadi pembantaian dan penutupan paksa Rumah Sakit Indonesia seperti yang terjadi di Rumah Sakit Al Shifa pada beberapa waktu lalu.

    Akibat serangan tersebut, Kementerian Kesehatan Gaza pun memperingatkan bahwa nyawa ribuan pasien, tenaga medis, dan pengungsi saat ini berada dalam risiko kematian akibat pemboman langsung dan berulang-ulang terhadap Rumah Sakit Indonesia.
    Producer/AuthorReno Eza Mahendra
    PersonsProbo Darono Yakti